Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

TEMU ALUMNI DAN HALAL BI HALAL KELUARGA BESAR KSR PMI UNIT POLINES

0 comments

Bersama ini diinformasikan sekaligus mengundang Anggota dan Alumni KSR Polines untuk hadir dan saling bersilaturahmi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan pada :

Hari / tgl : Sabtu, 3 September 2011
Waktu : 09.00 – 15.00 WIB
Tempat : RSG ( Ruang Serba Guna ) POLINES

Sekiranya bagi rekan-rekan yang mempunya waktu dan berkesempatan hadir di tunggu kedatangannya. Informasi lebih lengkap silahkan kunjungi facebook ksr polines atau menghubungi CP: 085 727 231 320 / 089 668 309 591 (asep novi / angktn 27 : Ketua Panitia)

Untuk Proposal kegiatan bisa dilihat di LINK berikut.

Broadband Internet Kian Disuka

2 comments

JAKARTA, Kompas.com - Apa situs Internet yang paling banyak dibuka orang Indonesia? Jawabnya adalah Yahoo.com. Begitu menurut catatan Torsten Leibner (Global Network Solution Manager, Nokia Siemens Network) yang mengutip data situs Alexa.com tanggal 25 Maret 2009.

Urutan-urutan berikutnya berturut-turut adalah Google.co.id, diikuti oleh Facebook.com, Google.com, Blogger.com, Friendster.com, YouTube.com, dan Wordpress.com. Sementara itu situs-situs lain, seperti detik.com, Windows Live, kompas.com, dan detiknews.com, dan klikbca ada di bawah situs-situs pertemanan sosial di atas.

"Social network adalah yang paling populer, seperti juga di negara-negara lain di seluruh dunia," kata Torsten.

Jika ditilik dari Top 10 Mobile Internet, tambah, Torsten, tetap saja jaringan pertemanan sosial yang populer. Untuk kategori ini, urutan pertama diduduki oleh friendster.com. Urutan-urutan berikutnya, begitu dikutip dari Opera, State of Mobile Web (02/09) adalah google.com, facebook.com, yahoo.com, waptrick.com. peperonity.con, gamejump.com, getjar.com, wikipedia.org, dan digg.com.

Sementara itu chatting menjadi kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh para pengguna aplikasi mobile. "Ini termasuk bagi pengguna berat Internet yang mengaksesnya setiap hari, dengan lebih 3 jam sekali akses, maupun bagi pengguna ringan yang mengakses Internet 2x - 3x per minggu dan melakukannya sekitar 1 - 2 jam setiap kali akses," papar Torsten.

Perilaku di atas - selalu ingin terhubung dengan teman - itulah yang juga membuat kian banyak pengguna yang memilih broadband Internet ketimbang mobile Internet saat ini. "Bisa membuat hidup lebih nyaman dan menyenangkan," kata Torsten. "Lebih efisien bagi kehidupan profesional, juga hemat uang dan meningkatkan kehidupan sosial untuk kehidupan pribadi," urainya.

Menurut Torsten, setelah beralih ke broadband Internet yang cepat, biasanya para pengguna akan lebih sering lagi mengakses Internet. "50% akses setiap hari di rumah, 15% akses setiap hari secara mobile untuk mereka yang bekerja maupun yang tidak bekerja." Ia mengatakan bahwa mobile broadband kini penting secara ekonomi.

Global Warming Sebabkan Gangguan Pernapasan

0 comments

http://techno.okezone.com/index.php/


Perubahan iklim yang mendorong tingginya temperatur udara pada musim panas di Eropa menyebabkan sebagian rumah sakit kebanjiran pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

Health Science, Kamis (26/2/2009) melansir, kondisi tersebut didasarkan pada penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Peneliti Eropa itu mengungkapkan sejak tiga tahun lalu, jumlah penderita gangguan pernapasan di 12 kota Eropa mengalami peningkatan sekira empat persen. Menurut para peneliti hal itu disebabkan peningkatan temperatur yang mencapai 90 persen.

Peningkatan jumlah pasien penderita gangguan tidak mengenal usia. Gangguan pernapasan akibat pemanasan global menyerang seluruh lapisan umur. Tapi untuk umur 75 tahun ke atas tak begitu terlalu berpengaruh.

Peneliti juga mengungkapkan, peningkatan jumlah penderita tidaklah mengagetkan. Namun peneliti berharap agar pemerintah di seluruh dunia dan Eropa pada khususnya wajib memperhatikan hasil penemuan itu.

"Penelitian ini sangat penting dalam bidang kesehatan publik, terutama untuk mencegah sejumlah penyebaran wabah penyakit," ujar Head of Environmental Epidemiology, Roma, Italy, Paola Michelozzi.

Menurut Michelozzi, perubahan iklim yang mengakibatkan tingginya temperatur udara juga akan meningkatkan polusi udara. Hal itu dapat berdampak pada pernapasan manusia.(srn)